Materi Teks Laporan Hasil Obeservasi: Pengertian, Ciri, …

share

Teks laporan hasil obeservasi

Pengertian

Menurut Murtono (2010: 139) Laporan hasil penelitian adalah suatu laporan yang didasarkan hasil penelitian, baik penelitian lapangan, laboratories maupun penelitian Pustaka.

Menurut Ayudia, et al (2016) laporan observasi adalah suatu laporan yang ditulis melalui menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis dengan melihat atau mengamati secara langsung.

Menurut Kosasih (2014) Laporan hasil penelitian merupakan teks informasi yang mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan.

Menurut Suharsimi Arikunto, observasi merupakan pengamatan langsung terhadap objek kajian dilingkungan objek dengan menggunakan pengindraan.

Menurut Sugiyono, Observasi merupakan proses penelitian dengan mengamati situasi serta kondisi dari bahan pengamatan.

Nurhanifah (2014, 19) mendefinisikan teks laporan hasil observasi adalah teks informasi umum tentang berbagai kelas benda atau sesuatu yang dicermati.

Sudjana juga menjelaskan teks hasil observasi merupakan metode penelitian untuk mengukur tindakan dan proses individu dalam sebuah peristiwa yang diamati.

Sutrisno Hadi menjelaskan teks hasil observasi adalah proses biologis dan proses psikologis dari suatu hal yang sedang diamati. Isi teks adalah data-data dari proses-proses tersebut.

Jadi, laporan hasil observasi merupakan salah satu jenis laporan penelitian. Suatu penulisan laporan yang baik terlebih dahulu harus memiliki bahasa yang baik dan setiap aspek yang disampaikan dalam penulisan juga harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan dalam pengamatan.  Teks laporan hasil observasi ialah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi), teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Menggambarkan ciri, bentuk atau sifat umum seperti benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan atau peristiwa yang terjadi di dalam semesta kita, teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada.

 

Ciri-ciri teks laporan hasil observasi

  1. Disusun secara sistematis

Teks laporan observasi yang mana merupakan sebuah teks laporan hasil pengamatan yang nyata maka harus disusun secara sistematis, maksudnya teks disusun teratur menurut sistem atau kaidah yang disetujui.

  1. Penjelasan secara ilmiah

Dalam penyajian teksnya, hasil-hasil pengamatan disajikan secara sudut pandang keilmuan, yang harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan data yang dipaparkan harus sesuai fakta

  1. Berisi pembahasan objek tertentu

Observasi yang dilakukan untuk dilaporkan lazimnya adalah mengobservasi objek yang nyata adanya. Maka teks laporan hasil observasi harus berisi mengenai pembahasan pengamatan terhadap objek, seperti makluk hidup, atau hal lainya seperti gejala sosial, budaya, dan lainnya.

  1. Bersifat objektif, global, dan universal.

Teks laporan hasil observasi harus berdasar keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat pribadi. Selain itu pembahasan nya harus secara umum, juga saling bersangkut paut.

  1. Berbahasa baku

Teks laporan hasil observasi harus menggunakan bahasa yang baku sesuai pedoman bahasa Indonesia, karena merupakan teks yang bersifat ilmiah.

 

Struktur  Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Pernyataan umum

Pernyataan umum berisi gagasan yang berupa kalimat-kalimat yang menjelaskan tentang suatu fakta yang bersifat umum. Pernyataan umum merupakan penjelasan tentang topik utama. (nama Latin, asal usul, kelas, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan).

  1. Deskripsi bagian

Berisi perincian hal-hal yang dilaporkan. Bagian ini berisi kalimat-kalimat yang menjelaskan pernyataan umum. Deretan penjelasan dijelaskan fakta-fakta yang diamati.

  1. Deskripsi manfaat

Berisi penjelasan manfaat dari dari objek yang di amati tersebut, bagian ini  seringkali penulis juga memberikan kesimpulan.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsian.
  2. Menggunakan verba relasional seperti: ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut dan lain-lain.
  3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku seperti: bertelur, membuat, hidup, makan, tidur dan sebagainya.
  4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta) perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan ( tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).
  5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
  6. Menggunakan kata keilmuan atau teknis seperti: herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia dan lain-lain.

 

Langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka teks berdasar struktur utama sesuai dengan hasil pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan pernyataan umum yang telah dirancang, mengklasifikasi objek secara umum, kemudian menjabarkan klasifikasi berdasarkan hasil pengamatan pada bagain akhir.
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.

 

Sifat Teks laporan Hasil Observasi

  1. Bersifat Informatif
  2. Bersifat Komunikatif
  3. Bersifat Objektif

 

Syarat Teks Laporan Hasil Observasi Yang Baik

  1. Mempunyai susunan struktur teks yang berurutan dan lengkap.
  2. Di dalam teks tidak terdapat nilai subjektifitas atau opini dari penulis.
  3. Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.

Rujukan yang Digunakan

Murtono. (2010). Menuju Kemahiran Berbahasa Indonesia Langkah Maju Menulis Karya Ilmiah. Surakarta: UNS Press.

Ayudia, et al. (2016). Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Laporan Hasil Observasi Pada Siswa SMP. Jurnal BASASTRA. Jurnal BASASTRA, 4(1), 34–49. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/bhs_indonesia/article/view/9972/7357

Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis Teks (Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya). Bandung: Yrama Widya.

Nurhanifah (2014). Jenis-jenis Teks. Yogyakarta : Gava Media.

 

Tulisan ini merangkum dari sumber-sumber di atas dan sumber yang terdapat di google scholar

Baca artikel menarik yang membahas materi bahasa Indonesia lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI