1. FI-Teks-teks dalam Bahasa Indonesia

Materi Teks Cerita Inspiratif: Pengertian, Jenis, Unsur…

share

Mendongeng dan mendengarkan cerita adalah kegiatan yang disukai hampir semua orang. Dalam banyak kasus, di mana pun seseorang berkumpul, pasti ada cerita untuk diceritakan. Kini mendongeng telah melampaui batas ruang dan waktu. Anda dapat bercerita di jejaring sosial di dunia maya. Inspirasi adalah percikan ide-ide kreatif (inspirasi) sebagai hasil dari proses belajar dan peduli terhadap orang-orang di sekitar kita. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa cerita inspiratif adalah cerita fiksi atau nonfiksi yang menyentuh hati, menggugah atau memotivasi pembaca.  Teks cerita inspiratif adalah bentuk prosa yang berisi cerita seseorang untuk tujuan inspirasional atau motivasi. Prosa adalah tulisan bebas, tidak terikat aturan yang terdapat dalam puisi. Kisah-kisah inspiratif biasanya didasarkan pada pengalaman pribadi seseorang dan diceritakan dalam bentuk prosa.

Pengertian Teks Cerit inspiratif

Teks inspiratif adalah teks yang berbentuk narasi yang isinya menceritakan suatu kejadian atau peristiwa dan bertujuan memberi inspirasi kebaikan kepada banyak orang. Teks inspiratif mengandung kisah nyata, namun dapat pula berupa kisah rekaan yang di dalamnya mengandung keteladanan. Teks Cerita inspiratif dapat diartikan sebagai salah satu bentuk prosa yang berisi kisah seseorang yang bertujuan untuk memberikan inspirasi atau motivasi dimana cerita inspiratif yang dihadirkan biasanya berdasarkan pengalaman pribadi seseorang kemudian diceritakan atau dituangkan kembali dalam bentuk prosa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inspirasi adalah ilham. Inspirasi ialah percikan ide-ide kreatif (ilham) akibat hasil proses belajar dan peduli kepada sekeliling. Dengan demikian, teks inspirasi dapat dikatakan sebagai bahan tertulis yang digunakan sebagai media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan biasanya ditulis oleh seseorang yang memiliki kebijaksanaan tinggi.

Kemendikbud (2018) mengatakan bahwa teks cerita inspiratif merupakan jenis teks narasi yang menyajikan suatu inspirasi keteladanan kepada banyak orang. Menurut Lestari (2019) teks cerita inspiratif adalah teks yang berisi cerita dari proses perjuangan akan suatu hal sehingga mampu memotivasi pembaca. Nurfajar (2018) mengatakan bahwa teks cerita inspiratif merupakan teks yang berfungsi untuk menginspirasi pembaca atau pendengar dan mencoba menceritakan kisah perjuangan tokoh atau kisah kesuksesan tokoh dalam kehidupan.

Selaras dengan Wicaksono (2019) teks cerita inspiratif merupakan teks cerita yang dapat menggugah perasaan, memberi kesan yang mendalam bahkan dalam tingkat yang lebih tinggi mampu membuat seseorang berjanji pada dirinya untuk menjadi seperti yang dibacanya. Teks inspiratif dapat disebut sebagai teks yang isinya isinya dapat menggugah perasaan, memberi kesan mendalam yang mampu membuat seseorang untuk berbuat kebaikan, kepedulian, dan berempati terhadap orang lain.

Ciri-ciri Umum Teks Inspiratif

Menurut buku siswa bahasa Indonesia kelas IX revisi Kemendikbud (2018) materi teks inspiratif dapat disimpulkan bahwa teks inspirtaif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Bentuk cerita dapat berupa kisah Hal tersebut digunakan untuk memberikan gambaran bahwa hal-hal yang terjadi dalam kisah tersebut ternyata dapat juga terjadi dalam kehidupan pembaca.
  2. Bentuk cerita mirip dengan cerita pada umunya, seperti cerpen, dongeng, legenda), akan tetapi lebih menekankan nilai moral pada
  3. Bagian akhir cerita berupa pesan atau amanat yang ingin disampaikan penulis. Yakni dapat menggugah

Unsur-unsur Teks Inpiratif

Yuniawan (2014) memaparkan teks cerita inspiratif terbagi menjadi enam unsur, meliputi: (1) tema, (2) alur, (3) karakter (penokohan), (4) waktu, (5) konflik, dan (6) sudut pandang. Berikut penjelasan keenam unsur teks inspiratif.

  1. Tema

Tema adalah suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi (Keraf G. , 2004). Sejalan dengan Nurgiantoro (2013) yang menyatakan bahwa tema sesuatu yang menjadi dasar cerita sehingga berkaitan dengan pengalaman kehidupan. Yuniawan (2014) mengungkapkan bahwa tema dalam karangan narasi adalah gambaran umum mengenai suatu hal yang akan diceritakan.

  1. Alur

Alur adalah kaitan antarperistiwa yang dikisahkan secara linear sehingga akan mempermudah pemahaman terhadap cerita yang ditampilkan (Nurgiyantoro, Pengantar Pemahaman Dunia Anak, 2013). Sedangkan, menurut Yuniawan (2014) alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan harus bertalian satu sama lain, bagaimana suatu insiden mempunyai hubungan dengan insiden yang lain, bagaimana tokoh-tokoh harus digambarkan dan berperan dalam tindakan-tindakan itu, dan bagaimana situasi dan perasaan karakter (tokoh) yang terlibat dalam tindakan itu yang terikat dalam suatu kesatuan waktu.

  1. Karakter (penokohan)

Karakter merupakan watak tokoh yang diungkapkan melalui pernyataan- pernyataan langsung, peristiwa-peristiwa melalui pidato, percakapan, melalui monolog batin, tanggapan atas pernyataan atau perbuatan dari karakter lain, dan melalui kiasan atau sindiran-sindiran (Yuniawan, 2014).

  1. Waktu

Menurut Yuniawan (2014) mengatakan bahwa suatu perbuatan atau suatu tindak-tanduk selalu terjadi dalam waktu. Gerak laju suatu peristiwa selalu dihitung dari suatu titik waktu tertentu menuju ke suatu titik waktu yang lain. Sedangkan, menurut (Nurgiyantoro, Pengantar Pemahaman Dunia Anak, 2013) waktu dalam teks fiksi adalah urutan peristiwa yang ditampilkan dengan mendasarkan diri pada logika bahwa pembaca mampu menentukan peristiwa mana yang terjadi terlebih dahulu terlepas dari penempatannya di awal. Di tengah, atau di akhir.

  1. Konflik

Narasi disusun dari rangkaian tindak-tanduk yang bertalian dengan sebuah makna. Makna ini hampir selalu muncul dari suatu pertikaian atau konflik kekuatan-kekuatan yang merangsang perhatian kita untuk melihat bagaimana situasi itu akan diselesaikan (Yuniawan, 2014).

  1. Sudut pandang

Menurut Yuniawan (2014) mengungkapkan sudut pandang dalam narasi menyatakan bagaimana fungsi seorang pengisah (narator) dalam sebuah narasi, apakah ia mengambil bagian langsung dalam seluruh rangkaian kejadian (yaitu sebagai partisipan), atau sebagai pengamat (observer) terhadap objek dari seluruh aksi atau tindak-tanduk dalam narasi.

Struktur Teks Inspiratif

Menurut Keraf G. (2004) struktur teks inspiratif dapat ditemukan pada komponen-komponen yang membentuknya: perbuatan, penokohan, latar, dan sudut pandang. Tetapi dapat juga dianalisis berdasarkan alur (plot) narasi. Dalam sebuah narasi terdapat alur yang didasarkan pada kesinambungan peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam narasi tersebut. Struktur narasi berdasarkan alur, yaitu bagian pendahuluan, bagian perkembangan, dan bagian peleraian (Dalman, 2016). Pada bagian pendahuluan memaparkan kejadian maupun situasi yang dapat menghasilkan suatu perbuatan yang berakibat lebih lanjut pada masa yang akan datang. Situasi pada bagian pendahuluan ini bersifat datar sehingga belum ada konflik yang bermunculan. Kemungkinan pembaca dapat menebak adegan-adegan yang akan terjadi selanjutnya. Bagian selanjutnya ialah bagian perkembangan, yaitu batang tubuh yang utama dari seluruh adegan yang terjadi dalam narasi. Pada bagian ini konflik mulai bermunculan.

Ketegangan-ketegangan pada bagian ini tercipta hingga mencapai klimaks. Kemudian konflik tersebut dapat diatasi dengan mencari solusinya pada bagian penutup.

Zainurrahman (2013) memaparkan bahwa teks inspiratif terbagi menjadi lima komponen, meliputi komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Kelima komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing, berikut penjelasannya.

  1. Orientasi

Orientasi berfungsi sebagai pengenalan latar dan tokoh dalam cerita. Pada bagian ini dapat merincikan latar belakang konflik yang terjadi pada cerita. Orientasi juga dapat disebut dengan tahap pengenalan atau penyituasian biasanya berisi pengenalan tokoh, latar, dan latar belakang cerita.

  1. Komplikasi

Komplikasi merupakan inti atau puncak dalam cerita. Pada bagian mulai terjadi sebuah konflik, dari munculnya permasalahan sampai terjadi klimaks. Selain itu, komplikasi merupakan tahap puncak dari peristiwa- peristiwa yang dikembangkan pada tahap rangkaian peristiwa sampai masalah tersebut di temukan jalan keluarnya.

  1. Evaluasi

Evaluasi berfungsi untuk menggambarkan tentang perasaan, pemikiran, dan respon tokoh terhadap permasalahan yang terjadi.

  1. Resolusi

Resolusi merupakan penyelesaian permasalahan oleh tokoh dalam cerita. Pada bagian ini tokoh akan mulai mencari solusi untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang terjadi.

  1. Koda

Koda merupakan amanat atau pesan moral yang disisipkan dalam cerita. Dapat juga diartikan bahwa koda adalah bagian penutup dari sebuah cerita inspiratif dan jenis teks narasi lainnya.

Tujuan Teks Inspiratif

Menurut Kemendikbud (2018) tujuan teks inspiratif ialah untuk menambah dan menggugah motivasi, semangat, dan rasa percaya diri untuk menghadapi semua tantangan yang mungkin akan dihadapi dalam mencapai tujuan yang diharapkan secara positif.

Kaidah Kebahasaan Teks Inspiratif

Berdasarkan Kemendikbud (2018) dalam buku siswa bahasa Indonesia, kaidah kebahasaan teks inspiratif dapat digolongkan menjadi empat. Berikut penjelasannya.

  1. Menggunakan bahasa yang sederhana, yakni bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.
  2. Penggunaan kalimat emosional, yakni dapat menggugah perasaan
  3. Penggunaan kalimat langsung pada ujaran tokoh yang ditandai dengan tanda petik dua “…”
  4. Pada umumnya bertemakan

 


Baca artikel menarik yang membahas materi bahasa Indonesia lainnya

Materi Teks dalam Bahasa Indonesia

1. Teks Laporan Hasil Observasi – Baca

2. Teks Eksposisi – Baca

 

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI