1. FI-Objek IPA dan Pengamatannya Materi IPA Kelas 7

Objek IPA dan Pengamatannya: Materi IPA Kelas 7

share

Tiga Proses Investigasi IPA

Dalam penyelidikannya IPA melibatkan tiga keterampilan proses atau tahapan metode ilmiah yang harus dilakukan, yaitu mengamati, membuat kesimpulan, dan mengomunikasikan. Berikut penjelasan secara detail:

  1. Pengamatan

Tahap pertama dalam proses penyelidikan ilmiah adalah observasi. Hal ini dilakukan dengan melibatkan panca indera atau bantuan alat ukur untuk mengumpulkan data dan informasi.

a. Pengamatan dengan Indra

Pengamatan ini dilakukan menggunakan indra mansuia, biasa disebut observasi kualitatif. melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan merasakan adalah bentuk-bentuk pengamatan dengan indra. Misalnya, ketika kita melihat hewan di kebun binatang, kita dapat mengetahui warna kulit suatu hewan dengan mata kita, mendengar jenis suara hewan tersebut dengan telinga kita, mencium aroma tubuh hewan dengan hidung kita, dan observasi dengan indra manusia lainnya.

b. Pengamatan dengan Alat Ukur

Pengamatan ini dilakukan menggunakan Penggunaan alat ukur dengan satuan standar disebut observasi kuantitatif. Alat ukur bisa berupa penggaris, roller meter, timbangan, dan lain sebagainya. Misalnya, ketika kita mengukur panjang meja kecil dengan penggaris, menimbang benda dengan timbangan, dan lain sebagainya.

  1. Membuat Inferensi

Tahap kedua dalam proses penyelidikan ilmiah adalah membuat kesimpulan. Inferensi adalah kegiatan menjelaskan kesimpulan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola atau hubungan antara aspek yang diamati dan membuat prediksi. Inferensi berusaha memberikan alasan mengapa suatu pengamatan terjadi, bagaimana prosesnya, dan apa hasilnya. Misalnya, ketika Anda melihat taman penuh dengan sampah, satu kesimpulan yang mungkin adalah bahwa taman tersebut baru saja digunakan untuk pesta rakyat.

  1. Berkomunikasi

Tahap ketiga dalam proses penyelidikan ilmiah adalah mengomunikasikan hasil pengamatan. Ketika seseorang mengomunikasikan hasil kajian atau penelitian ilmiah, maka harus menyampaikannya dengan jelas, tepat, tanpa menimbulkan banyak makna yang rumit. Berkomunikasi dapat dilakukan secara tertulis dalam bentuk penulisan artikel ilmiah, penyajian label, menggambar, melengkapi peta konsep, mengembangkan/menyelesaikan instruksi kerja, atau membuat grafik. Sedangkan, melalui lisan misalnya dalam presentasi, dan diskusi.

 

Manfaat mempelajari IPA

  1. Membangkitkan rasa ingin tahu tentang kondisi lingkungan alam.
  2. Memberikan wawasan tentang konsep-konsep alam yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Ikut menjaga, merawat, mengelola, dan menjaga alam
  4. Memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan tentang lingkungan alam sekitar.
  5. Konsep-konsep dalam Ilmu Pengetahuan Alam berguna untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menemukan cara untuk memecahkan masalah tersebut.
  6. Membangun rasa cinta terhadap alam yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
  7. pentingnya peran alam dalam kehidupan sehari-hari.
  8. memberikan pengetahuan tentang teknologi dan dampaknya serta dapat dikaitkan dengan kehidupan manusia sehari-hari.
  9. Memberikan pengetahuan untuk mengetahui perkembangan makhluk hidup dari waktu ke waktu.
  10. Memberikan pengetahuan tentang proses perkembangan penciptaan alam semesta hingga saat ini.

 

Objek yang dipelajari dalam IPA

Objek yang dipelajari dalam IPA mencangkup seluruh benda di alam dengan segala  interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya. Objek IPA dapat berupa benda dari yang berukuran paling kecil (mikroskopis), misalnya bakteri, virus, dan atom hingga benda yang berukuran paling besar seperti lautan, bumi, dan tata surya.

Pengukuran dalam ipa

Pengukuran dalam IPA termasuk dalam tiga langkah investigasi pada IPA. Langkah pengamatan di dalamnya terdapat langkah mengamati IPA dengan alat ukur, cara itulah yang disebut pengukuran dalam IPA.

Pengertian pengukuran

Pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lainnya mirip dengan unit. Segala sesuatu yang dapat diukur adalah besaran-besaran seperti massa, suhu, dan tinggi. Hal-hal yang tidak dapat diukur bukanlah besaran. Contoh kasih sayang orang tua terhadap anak-anak. Menurut J. C. Nunnally dan I.H. Bernstein pengukuran adalah aturan untuk menetapkan simbol ke obyek. Sehingga mewakili jumlah atribut secara numeric (penskalaan) dan menentukan apakah obyek termasuk dalam kategori yang sama atau berbeda sehubungan dengan atribut yang diberikan.

Hasil pengukuran berupa nilai (angka) dan satuan. Satuan adalah sesuatu yang dijadikan sebagai pembanding dalam pengukuran.

Hal-hal yang diukur dalam Pengukuran

Hal-hal yang dapat diukur Hal-hal yang tidak dapat diukur:
Berat Perasaan seseorang
Panjang Paras tampan/ cantik seseorang
Suhu Tingkat bersih/ kotornya suatu tempat
Waktu Keinginan seseorang dalam meraih cita-cita
kecepatan Banyak bintang

Satuan baku dan tidak baku

Satuan terdiri dari satuan tidak baku (non-standar) dan satuan standar.

  1. Satuan baku

satuan yang telah ditetapkan secara internasional. Satuan baku disebut juga satuan standar, yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat pengukuran yang baku. Dalam dunia ilmiah, satuan inilah yang disepakati oleh semua orang khususnya ilmuwan untuk menyatakan hasil pengukuran. Terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi dalam Satuan Internasional untuk menjadi satuan standar. Kondisi tersebut antara lain: (1) Permanen. Kondisi pertama dari satuan standar adalah tetap konstan atau tidak berubah di bawah pengaruh apapun. Hasil pengukuran akan selalu tetap sama walaupun dilakukan oleh orang yang berbeda, di tempat yang berbeda. Jadi, satuan standar adalah satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama untuk setiap orang. (2) Mudah Ditiru. Persyaratan kedua dari satuan standar adalah mudah untuk ditiru oleh semua orang yang akan menggunakannya. Tujuannya agar setiap orang dapat dengan mudah membuat, memperoleh, dan menggunakannya sebagai satu kesatuan yang serupa. (3) Berlaku Secara Luas (Internasional). Syarat ketiga dari satuan standar adalah dapat diterapkan secara luas, artinya satuan tersebut berlaku secara internasional dan berguna sebagai standar pengukuran. Misalnya, satuan yang digunakan di Indonesia juga digunakan oleh semua negara di dunia. Kegunaan dari satuan baku ini untuk menyeragamkan hasil pengukuran yang disepakati oleh para ilmuwan yang dikumpulkan menjadi satuan besaran pokok seperti panjang, massa, waktu dan suhu. Contoh satuan standar (standar), dalam Sistem Internasional, misalnya, meter, sekon, yang gunakan kelipatan 10 (metrik).

  1. Satuan tidak baku

satuan yang apabila digunakan oleh orang yang berbeda dapat menghasilkan pengukuran yang berbeda. Unit non-standar seperti jengkal (dari ujung ibu) jari ke jari kelingking), dan depa (jarak dari ujung jari telunjuk tangan kiri hingga jari telunjuk tangan kanan saat tangan direntangkan ke kiri dan kanan). Contoh: mengukur panjang meja menggunakan jengkal tangan.  Jengkal tangan memberikan hasil yang berbeda jika pengukuran dilakukan oleh orang yang berbeda. Artinya, satuan tidak baku memiliki sifat yang tidak tetap. Inilah sebabnya mengapa sehingga jengkal disebut sebagai satuan tidak baku.

Besaran pokok

besaran dasar yang berdiri sendiri dan tidak dibentuk dari besarann yang lain. Besaran pokok merupakan besaran yang tanpa adanya turunan dari besaran-besaran yang lain sehingga disebut sebagai besaran yang berdiri sendiri.. Dalam menentukan besaran pokok juga menentukan satuan yang disebut satuan dasar atau satuan dasar. Maksud dari penetapan tersebut adalah agar dapat diterima oleh semua orang dan tidak menimbulkan kesulitan.

Macam besaran pokok

Besaran pokok meliputi panjang, massa, suhu, arus listrik, waktu, jumlah zat, dan intensitas cahaya

No. Besaran Pokok Satuan Definisi
1 Panjang (l) meter (m) 1 meter adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh cahaya pada ruang vakum dalam selang waktu 1/299 792 458 second
2 Massa (m) kilogram (kg) 1 kilogram adalah massa sebuah silinder platinum-iridium yang memiliki tinggi dan diameter 3.9 cm
3 Waktu (t) second (s) 1 second adalah selang waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9 192 631 770
4 Temperatur (T) kelvin (K) 0 kelvin adalah 0 absolut (kondisi dalam termodinamika dimana partikel-partikel penyusun materi berhenti bergerak)
1 kelvin ialah pecahan 1/273.16 dari temperatur termodinamika triple point air
5 Kuat Arus (I) ampere (A) 1 ampere adalah arus yang mengalir pada dua penghantar lurus paralel pada ruang vakum dengan jarak pisah 1 meter dengan panjang masing-masing penghantar tak hingga dan luas penampang diabaikan yang akan menghasilkan gaya tarik-menarik sebesar 2 x 10-7 N/m
6 Intensitas (In) candela (cd) 1 candela adalah intensitas cahaya pada arah tertentu dari suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 x 1012 Hz dan mempunyai intensitas radian pada arah 1/683 watt per steradian.
7 Jumlah Zat (n) mol 1 mol adalah jumlah zat penyusun suatu unsur sebanyak jumlah atom pada 0.012 kg atom Carbon-12.

Besaran turunan

besaran yang dihasilkan dari penurunan satu atau lebih besaran pokok itu sendiri. Secara sederhana besaran turunan adalah besaran lain yang tidak termasuk besaran pokok, atau sering kali terdapat dua atau lebih besaran pokok. Besaran turunan merupakan besaran yang terbentuk dari satu atau lebih besaran pokok yang ada dan besaran adalah segala sesuatu yang mempunyai nilai dan bisa dinyatakan dengan suatu angka.

No. Contoh Besaran Turunan Satuan
1 Luas (A) m2 Luas diturunkan dari besaran panjang, yaitu panjang dikali panjang.
2 Kecepatan (v) m/s1 Kecepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu panjang/jarak dibagi waktu.
3 Percepatan (a) m/s2 Percepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu jarak/panjang dibagi dengan waktu pangkat dua.
4 Massa jenis (ρ) kg/m3 Massa jenis diturunkan dari besaran massa dan panjang, yaitu massa dibagi dengan panjang pangkat tiga (volume)

 

5 Gaya (F) N Gaya diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu massa dikali (panjang dibagi waktu pangkat dua).
6 Tekanan (P) Pa Tekanan diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu massa dibagi dengan (massa dikali waktu pangkat dua).

1. G1-Objek IPA dan Pengamatannya Materi IPA Kelas 7

Baca artikel yang membahas materi IPA SMP lainnya di sini

Untuk pengajar unduh RPP materi ini di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI