1. Metode Dalam Ilmu politik

Metode dan Teknik Dalam Ilmu politik

share

Metode dalam ilmu politik

Semakin tepat kita menggunakan metode dan teknik dalam ilmu politik maka akan semakin baik dalam menghampiri kenyataan politik. Hal itu sesuai dengan pendapat Iswara (1974: 57) yang mengemukakan bahwa

“Metode dan teknik menjernihkan substansi, memisahkan khayalan dari kenyataan. Semakin tepat dan intensif metode dan teknik itu dipergunakan, semakin dekat ilmu itu akan kebenaran, semakin diperkecil peranan khayalan dan harapan yang tidak berlandaskan kenyataan”

Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya, dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus atas dasar fakta teoretis yang khusus ke yang umum. Biasanya penggunaan metode induksi lebih banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Selanjutnya, menurut Iswara (1974: 57) yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencakup metode deskriptif, metode analisis, metode evaluatif, metode klasifikasi, dan metode perbandingan.

  1. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada sekarang ini secara akurat.
  2. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya.
  3. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak.
  4. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukkan hubungan timbal balik. Klasifikasi ini dalam pengertian sempit dipandang sebagai salah satu cara untuk mengadakan tabulasi data terhadap kualitas data masing-masing (Ciarke, 1971: 42).
  5. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan, dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut.

Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Dalam dengan penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum ke yang khusus, dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang penggunaan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur kuantitatif (Supardan, 2004: 157).

Pada bagian lain, Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain metode: filosofis, yuridis atau legislatis, historis, ekonomis, sosiologis, dan psikologis.

  1. Politik langsung yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti Metode filosofis, metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah secara abstrak-akademis-teoretis. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang disusun secara detail.
  2. Metode yuridis atau legalistis, merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. Sebagai contoh, penelitian terhadap negara yang memandang bahwa negara sebagai sebuah korporasi dalam hukum publik. Dalam penelitian ini pun bertolak dari suatu kesadaran hukum bahwa negara pada dasarnya merupakan pribadi hukum maupun badan hukum. Sebagai implikasinya, dalam penelitian ini ilmu politik diidentifikasi sebagai ilmu hukum negara (Haricahyono, 1991: 30).
  3. Metode historis, dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Artinya, tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang, pertumbuhan dan perkembangan, hukum sebab akibat, yang merupakan ciri khas dalam ilmu sejarah.
  4. Metode ekonomis, dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi, baik itu melalui pendekatan Marxisme maupun non-Marxisme.
  5. Metode sosiologis, memandang bahwa dalam kajian politik, lembaga lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. Karena itu, dalam kajian sosiologis, lembaga-lembaga politik dapat dirinci dalam semua individu sebagai substratumnya. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organisme sosial yang dinamis.
  6. Metode psikologis, dalam penggunaannya kajian politik banyak meng dilihatnya dari perspektif motif, kepribadian pemimpin, maupun pihak-pihak gunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. Aspek-aspek politik sering yang menentangnya, termasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik.

Namun demikian, berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: observasi, analisis, klasifikasi, pengukuran atau meassurement, dan perbandingan

  1. Metode observasi, diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekadar pengamatan langsung, tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. Pengamatan di sini diartikan dengan sistematis, teratur, terencana, berdasarkan pedoman tertentu, serta tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali saja, melainkan dilakukan secara kontinu atau berulang-ulang, kemudian ditarik kesimpulan (Haricahyono, 1991: 31).
  2. Metode analisis, adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci, terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. Maksudnya, untuk mengetahui ciri masing-masing bagian, hubungan satu sama lain, serta peranannya dalam totalitas yang dimaksud.
  3. Metode deskripsi, merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Dengan demikian, metode ini dapat disimpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat. Maksudnya, dalam penggunaan metode ini mencoba memberikan gambaran itu dan pencatatan terhadap berbagai masalah yang sedang dikaji.
  4. Metode klasifikasi, secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. Karena itu, usaha mengadakan pengelompokan ini biasanya didasarkan pada persamaan dan perbedaan. Untuk selanjutnya dalam metode ini menggunakan tabulasi terhadap serangkaian, baik terhadap jenis / bentuk maupun kualitasnya. Untuk memudahkan pengelompokannya, biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak, 1975: 42) mencakup: a) Penggolongan harus masuk akal. b) Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data. c) Harus tidak ada pengelompokan yang overlapping. d) Harus hanya ada satu basis penggolongan.
  1. Metode pengukuran, merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti, baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. Metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar, siaran radio, ataupun menghitung secara cermat perkataan-perkataan tertentu yang sering diucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. Melalui penghitungan yang cermat tersebut dapat diketahui kecenderungan politik dalam masyarakat, pergeseran ideologi, dan strategi propaganda yang dilakukan oleh suatu kelompok ekstrem.
  2. Metode perbandingan, merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik, negara, kelompok, atau lebih. Dengan demikian, dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. Dalam ilmu politik, metode ini makin banyak digunakan khususnya untuk membandingkan di antara berbagai macam pemerintahan dan negara. Perkembangan terakhir tentang metode tersebut, tidak sekadar menyangkut pranata pemerintah formal, tetapi menyangkut seluruh proses dan sistem politik yang ada. Karena itu, dewasa ini muncul istilah Comparative Politics yang menunjukkan adanya perbandingan serangkaian proses dan sistem politik antarnegara (Haricahyono, 1991: 34).

1. G1-Metode Dalam Ilmu politik

(Ilustrasi Metode) Sumber: Freepik

 

 

Baca artikel politik lainnya

Tulisan ini bersumber dari Buku Pengantar Ilmu Sosial

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI