1. FI-Teks-teks dalam Bahasa Indonesia

Materi Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Struktur

share

Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji oleh penulis berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Untuk paham akan arti dari eksposisi, pertama kalian harus merujuk arti dari kata tersebut. Kata eksposisi sendiri terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, kata eksposisi memiliki arti uraian yang memiliki maksud serta tujuan. Dalam hal ini kata eksposisi merupakan sesuatu yang menguraikan sebuah permasalahan. Kegiatan membaca teks eksposisi banyak sekali manfaatnya. Salah satunya adalah kalian akan menemukan keterkaitan antara permasalahan dengan argumentasi yang disajikan. Jika kalian menelaah argumentasi yang disampaikan penulis, kalian akan dapat meyakini dan menerima pendapat yang disampaikannya itu. Namun, jika argumen yang disampaikan tidak meyakinkan, kalian mungkin saja menolak pendapat yang disampaikan itu.

 

Pengertian Teks Eksposisi

Kata eksposisi juga merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu eksposition. Kata serapan ini memiliki arti sebuah teks yang memberikan penjelasan. Kata ini juga menjelaskan banyak hal tentang kegunaan teks eksposisi. Secara umum ekposisi adalah jenis teks yang memuat beragam informasi dengan jelas. Ini artinya penulis teks eksposisi harus memberikan informasi secara benar sehingga pembaca bisa menangkap pesan yang disampaikan dengan mudah. Teks Eksposisi adalah sebuah teks yang isinya mengandung informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat, padat, dan jelas. Teks eksposisi memiliki tujuan untuk menjelaskan suatu informasi tertentu agar dapat menambah ilmu dan pengetahuan audiens, sehingga setelah membaca teks diharapkan pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara terperinci mengenai suatu hal atau kejadian.

 

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Berikut ini ciri-ciri materi teks eksposisi:

  1. Menyampaikan informasi atau pengetahuan secara singkat, jelas, padat, dan lugas berbahasa sesuai ejaan (baku).
  2. Mengandung gaya informasi yang bersifat mengajak.
  3. Biasanya menjawab pertanyaan tentang “apa”, “siapa”, “kapan”, “dimana”, “mengapa”, dan “bagaimana”.
  4. Berusaha menjelaskan tentang suatu hal.
  5. Gaya penulisan bersifat informatif.
  6. Fakta digunakan sebagai alat kontribusi.
  7. Bersifat singkat, padat, tepat, akurat.
  8. Fakta dipakai agar informasi yang disampaikan bersifat konkret dan dijadikan alat kontibusi.
  9. Informasi disampaikan secara lugas serta memakai bahasa yang baku.
  10. Tidak bersifat memihak pada siapapun, artinya tidak memaksakan kemauan penulis kepada pembaca.
  11. Informasi atau pengetahuan berdasarkan kondisi sebenarnya (bersifat faktual).
  12. Isi informasi atau pengetahuan mengandung unsur apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, di mana.
  13. Teks eksposisi bersifat objektif (sesuai kebenaran) dan tidak memihak (netral).

 

Jenis Teks Eksposisi

Jenis teks eksposisi adalah sebagai berikut.

  1. Ilustrasi, yaitu teks eksposisi yang menggunakan penggambaran secara sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Teks yang mengilustrasikan suatu hal yang mempunyai kesamaan sifat. Biasanya menggunakan frasa
  2. Berita, yaitu teks eksposisi yang memberikan informasi dari suatu kejadian. Teks ini sering dijumpai pada berita atau surat kabar.
  3. Perbandingan, yaitu teks eksposisi yang menerangkan suatu ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode perbandingan.
  4. Proses, yaitu teks eksposisi yang berisi tentang panduan atau tata cara dalam membuat sesuatu.
  5. Definisi, yaitu teks eksposisi yang berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
  6. Pertentangan, yaitu teks eksposisi yang berisi mengenai pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. Pada umumnya teks eksposisi ini akan menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu”, “sebaliknya” atau “akan tetapi”.
  7. Analisis, yaitu teks eksposisi yang berisi tentang suatu proses dalam memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian yang kemudian dibuat pengembangan secara berurutan.

 

Struktur Teks Eksposisi

Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

1. Judul

Judul hendaknya menggambarkan sesuatu yang dibahas dalam teks Eksposisi. Judul hendaklah ditulis dengan kata-kata yang singkat, menarik dan sarat akan makna.

2. Pernyataan Umum atau Tesis

Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan topik sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Karena dengan teks yang digunakan penulis itu ingin mengemukakan pendapat, maka pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau pada posisi yang bersebrangan dengannya.

3. Argumentasi atau alasan

Bagain dari teks Eksposisi adalah argumen atau alasan. Panjang dan pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang telah kalian kenalkan secara garis besar di dalam pernyataan umum, kemudian kalian menyebutkan ulang dan menjabarkan argumen tersebut dalam paragraf-paragraf. Pengembangan argumen menjadi paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan.

4. Penegasan Ulang Pendapat (Simpulan)

Pengulangan tersebut dilakukan dengan berdasarkan pada argumen yang telah disajikan di dalam bagian sebelumnya. Pengulangan opini bersifat pilihan, sehingga tidak semua teks Eksposisi mempunyainya.

 

Contoh Teks Eksposisi

Terlalu Banyak Catatan untuk KPK

Pelanggaran kode etik oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli menambah lagi banyaknya catatan tentang KPK. Yang bersangkutan dinyatakan melanggar kode etik karena berkomunikasi dengan salah seorang kepala daerah yang sedang berperkara dengan lembaga antirasuah tersebut. Meski sudah dikenai sanksi potong gaji, persoalan pelanggaran kode etik tidak selesai begitu saja. Bagi setiap profesi, kode etik sesungguhnya adalah perangkat hukum terdalam dengan bobot lebih berat dibandingkan pelanggaran pidana meskipun sanksidan hukuman pelanggaran kode etik berkesan lebih ringan dibandingkan dengan sanksi pidana. Kode etik merupakan landasan moral dan petunjuk arah bagi setiap pelaku pada masing-masing bidang pekerjaan agar tidak tersesat melangkah. Melanggar kode etik tidak diukur dari sanksi yang dijatuhkan, walaupun dalam kasus Wakil Ketua KPK, sanksi itu pun menimbulkan persoalan-persoalan etis yang lain. Melanggar kode etik sama saja dengan tidak mengikuti arah yang digariskan, tidak mengikuti petunjuk kiblat, dan dengan demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara moral etika atas hal-hal yang telah dikerjakan pelaku. Pelanggaran kode etik bisa terjadi karena dua alasan, yakni faktor individual dan faktor sistem. Faktor individual sudah jelas, merupakan tanggung jawab sepenuhnya individu. Faktor sistem secara tidak sadar memaksa seseorang untuk melakukan pelanggaran. Dalam konteks KPK, faktor sistem itu patut dicermati mengingat sudah banyak catatan kejanggalan dan pelanggaran dari KPK. Kasus Novel Baswedan yang tidak pernah berakhir dengan kejelasan, isu ”Taliban” di dalam KPK, tes kewarnegaraan yang kontroversial, hingga sederet isu lain bertubi-tubi menerpa KPK.  Secara sistemik, isu-isu tersebut perlahan-lahan menutupi integritas KPK dan menjerat kaki-kaki KPK. Dengan sedemikian banyak catatan negatif atas KPK, lembaga itu sudah saatnya direformasi secara total. Reformasi atau dekonstruksi KPK tidak dapat dilakukan dari dalam, tetapi hanya bisa didorong dari luar oleh lembaga-lembaga kekuatan negara. Tanpa reformasi radikal, KPK akan semakin berat melangkah dan mewujudkan Indonesia bersih dari korupsi. Jangan sampai KPK tersesat berjalan.

Sumber : Tajuk Rencana Suara Merdeka 1 September 2021 – Kunjungi Surat Kabar

 


Baca artikel menarik yang membahas materi bahasa Indonesia lainnya

Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

1. Teks Laporan Hasil Observasi – Baca 

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI