1. FI-Hama dan Penyakit Dalam Tumbuhan Materi Biologi

Hama dan Penyakit Tanaman: Materi Biologi

share

Hama dan Penyakit Tanaman

Tanaman dikatakan sakit jika ada perubahan seluruh atau sebagian organ-organ tanaman yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologisnya, atau sakit adalah penyimpangan dari keadaan normal. Misalnya tanaman tomat yang semula segar tiba-tiba menjadi layu. Daun kedelai yang awalnya berwarna hijau segar, sekarang tiba-tiba kelihatan bercak-bercak cokelat. Penyebab sakit ini bermacam-macam, seperti bakteri, cendawan, virus, kekurangan atau kelebihan air, dan sebagainya. Dalam materi ini akan kalian pelajari tentang hama dan penyakit tanaman beserta penanggulangannya.

 

Pengertian Hama

Hama adalah binatang perusak tanaman budi daya. Tanaman yang dirusak tersebut misalnya kol, sawi, selada, tomat, terung, jagung, jeruk, mangga. Sementara itu, binatang yang merusak atau hama antara lain bermacam-macam ulat, belalang, siput, bekicot, serangga, dan sebagainya.

 

Macam-macam Hama Tanaman dan Penanggulangannya

Macam-macam hama yang menyerang tanaman antara lain berikut.

1.      Wereng

Wereng adalah sejenis kepik yang menyerang tumbuhan (terutama padi) dan menyebabkan daun dan batang menjadi berlubang-lubang. Jika serangannya parah maka daun akan menguning kering, dan akhirnya mati. Serangan wereng dapat dikendalikan secara kimiawi, misal nya dengan penyemprotan menggunakan insektisida. Menyemprot dengan pestisida harus menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan, penutup muka (masker), topi, sepatu, dan diupayakan tidak melawan arah angin. Pengendalian hayati, yaitu dengan menggu nakan musuh alami wereng, misalnya laba-laba predator Lycosa pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividi penis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata.

Pengendalian hama wereng juga dapat dilakukan dengan pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman (sistem rotasi). Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1-2 bulan.

2.      Gangsir

Gangsir merupakan binatang yang sering menyerang tanaman yang masih muda, misalnya tanaman yang baru dipindah dari persemaian. Gigitan gangsir menyebabkan tanaman mati karena batangnya putus atau patah. Potongan pangkal batang itu biasanya tidak dimakan tapi hanya diputus. Serangan gangsir biasanya terjadi pada malam hari. Gangsir membuat liang di dalam tanah sampai kedalaman 90 cm dengan ciri khas ada onggokan tanah di permukaan liang. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan tidak menanam bibit yang terlalu muda karena disukai gangsir. Adapun pengendalian terhadap gangsir dapat dilakukan dengan menyiram larutan insektisida pada liang gangsir kemudian ditutup dengan tanah.

3.      Walang Sangit

Walang sangit merupakan serangga hama tanaman padi. Setiap kali bertelur, serangga betina dapat menghasilkan 100-200 butir telur. Telur-telur tersebut di letakkan pada daun tanaman padi. Telur yang telah menetas akan menjadi nimfa yang berwarna hijau dan berangsur-angsur menjadi cokelat. Nimfa dan imago me nyerang buah padi yang sedang matang susu dengan cara mengisap cairan buah sehingga menyebabkan buah menjadi hampa. Faktor-faktor yang mendukung populasi walang sangit antara lain berikut.

  1. Sawah sangat dekat dengan perhutanan.
  2. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
  3. Penanaman tidak serentak. Pengendalian terhadap walang sangit dapat dilakukan dengan cara menanam secara serentak, sanitasi tanaman yang terserang, atau dengan penyemprotan insektisida. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami berupa laba-laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit.

4.      Lalat Buah

Lalat buah biasanya menyerang tanaman pada waktu musim hujan. Lalat betina menusuk buah-buahan dengan alat peletak telur untuk mema sukkan telurnya ke dalam daging buah. Telur akan menetas dan menjadi belatung yang memakan buah tersebut sehingga buah akan busuk dan rusak. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sanitasi ling kungan yaitu membersihkan semua buah yang rontok.

5.      Ulat Kupu Artona

Artona menjadi hama bagi tanaman kelapa. Ulat yang baru menetas menyerang dengan menimbulkan gejala serangan titik-titik pada daun. Setelah agak besar, ulat menimbulkan gejala serangan garis-garis pada daun. Selanjutnya, ulat yang cukup besar memakan daun kelapa berikut tulang daunnya sehingga daun kelapa hanya tinggal lidinya saja. Pengendalian terhadap artona dilakukan dengan memangkas daun kelapa yang sudah terserang agar ulat dan kepompongnya ikut terbuang. Pengendalian hayati dengan melepas parasit Apanteles artonae. Pada areal pertanaman yang luas dapat dilakukan penyemprotan dengan larutan insektisida.

6.      Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Pada umumnya ulat grayak menyerang tanaman cabai. Serangan ulat gra bus dapat mengakibatkan daun habis tinggal tulang daun dan rantingnya serta buah menjadi berlubang-lubang sehingga mudah membusuk. Pengendalian ulat grayak dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan ke bun dari gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama dan pergiliran tanaman. Selain itu dapat juga menyemprotnya dengan larvasida (bahan kimia pembasmi ulat).

7.      Tikus

Tikus merupakan hama tanaman yang sangat merugikan petani karena sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi yang baik, memiliki kemampuan berkem bang biak yang tinggi, dan penyebarannya cepat. Tikus betina dapat melahirkan 4 sampai dengan 12 anak dalam satu siklus reproduksi. Selain itu, tikus juga merusak batang tanaman. Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan cara gropyokan, yaitu memburu dan membunuh tikus secara beramai-ramai dalam sebuah desa atau wilayah kelompok tani. Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan rodentisida (racun tikus). Pengen dalian secara hayati dapat dilakukan dengan melepas burung hantu ke areal perkebun an / persawahan, karena burung hantu merupakan predator bagi tikus.

1. G1-Hama dan Penyakit Dalam Tumbuhan Materi Biologi

Pengertian Penyakit Tanaman

Penyakit adalah penyebab tanaman menjadi sakit. Adapun penyebabnya bisa berupa virus, bak teri, jamur, dan sebagainya. Penyakit tanaman dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu penyakit parasit dan penyakit nonparasit atau penyakit fisiologis. Penyebab penyakit parasit antara lain bakteri, virus dan cendawan. Adapun penyakit nonparasit yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan terhadap unsur hara (mineral), air, sinar matahari, dan temperatur.

 

Macam-macam Penyakit Tanaman dan Penanggulangannya

Macam-macam penyakit yang menyerang tanaman lain berikut.

1.      Virus

 Virus juga dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Tanaman di kebun yang terinfeksi virus dapat menyebabkan bercak-bercak kecil berwarna kuning pada daunnya. Bahkan bercak-bercak kuning dapat menjadi gelap karena kematian ja ringan seperti yang menyerang tanaman kacang. Virus dapat menyebabkan pertum buhan tumor pada daun. Daun tersebut menjadi tidak berbentuk. Virus tumbuhan tidak dapat menginfeksi hewan, demikian juga manusia tidak bisa terinfeksi virus dari tumbuhan. Virus penyakit kerupuk (Tabacco Leaf Corl Virus = TLCV) menyerang tanaman tembakau. Tanam an tembakau yang terserang virus ini daunnya terlihat agak berkerut, tepi daun melengkung ke atas, tulang daun bengkok, daun menebal, atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. Pengendalian di lakukan dengan memberantas vektor (hewan pembawa virus) yakni lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid.

2.      Bakteri

Bakteri dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan. Bakteri dapat masuk ke tubuh tumbuh an melalui stoma atau luka kecil pada tubuhnya. Dalam tubuh tumbuhan bakteri dapat merusak sel sel tumbuhan apabila telah menginfeksi sitoplasma. Umumnya bakteri menyebabkan bercak-bercak lubang pada buah dan daun. Bakteri juga dapat menyebabkan tumbuhan layu secara mendadak sehingga mati. Penyakit layu pada tanaman mentimun disebabkan oleh bakteri Erwinia tracheiphila. Apa bila pangkal batang tanaman yang layu dipotong akan mengeluarkan lendir bakteri berwarna putih kental dan lengket. Bakteri Pseudomonas solanacearum dapat menyebabkan layu pada akar tanaman cabai.

3.      Jamur atau Cendawan

Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jamur cepat menyebar ke seluruh tanaman pertanian karena biasanya spora jamur disebarkan oleh angin. Jamur menginfeksi tumbuhan yang sehat biasanya dalam bentuk spora. Spora yang su dah masuk segera tumbuh dan akan menyerang jaringan xilem, sehingga meme ngaruhi proses pengangkutan air dan dapat menyebabkan kematian bagi tum buhan. Penyakit tepung pada tanaman Cucurbitaceae biasanya disebabkan oleh cendawan Erysiphe cichoracearum. Tanaman yang terserang menampakkan ada nya lapisan putih bertepung pada permukaan daun dan batang muda. Selanjutnya daun atau batang tersebut berubah kekuningan dan akhirnya akan mati. Penyakit lain yang disebabkan oleh cendawan adalah busuk akar selain menyerang tanaman jeruk, cendawan Phytophthora juga menyerang kacang tanah. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) menyerang tanaman kakao. Buah kakao yang terserang berbercak cokelat kehitaman, bil asanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau ter percik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembap. Pengendalian penyakit busuk buah antara lain berikut.

  1. Sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm.
  2. Kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan melakukan pemangkasan pada ta namannya sehingga kelembapan di dalam kebun akan turun.
  3. Cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti: sandoz, cupravit cobox, dan lain-lain.

Tulisan ini merangkum dari buku dan sumber terpercaya yang terdapat di google

Baca artikel menarik yang membahas materi biologi lainnya

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI