1. FI-Cegukan Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Cegukan: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

share

Cegukan bisa dialami oleh siapa saja dan sampai batas tertentu cegukan merupakan kondisi fisiologis/normal. Cegukan yang terjadi hingga 4-60 kali dalam satu menit dan berlangsung kurang dari 30 menit masih bisa dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika cegukan berlangsung selama berjam-jam atau bahkan lebih dari satu hari, Anda harus segera mencari pertolongan medis karena khawatir cegukan merupakan tanda kondisi atau penyakit yang lebih serius. Nama lain cegukan, kadang disebut Singulus, kita bisa menyebutnya cegukan, yang setiap hari ditemukan orang dewasa, tetapi ternyata bayi pun sering menderita cegukan. Yang juga mengherankan, janin dalam kandungan cegukan selama 3 bulan pertama, 3 bulan kedua juga cegukan, memuncak pada trimester ketiga atau 3 bulan ketiga.

 

Definisi cegukan

Menurut penjelasan dr. Alfi Rachman Cegukan terjadi ketika diafragma mengalami kontraksi yang menyebabkan pita suara tertutup. Biasanya cegukan berlangsung sebentar dan tidak perlu dikhawatirkan.  Cegukan adalah gerakan tiba-tiba dari diafragma. Di dada kita ada bagian yang memisahkan rongga dada dan rongga perut yang disebut diafragma. Pada saat cegukan terjadi kejutan mendadak karena saraf dari atas atau saraf frenikus dirangsang secara tiba-tiba sehingga terjadi syok pada diafragma. Diafragma jatuh dengan cepat dan tiba-tiba. Kemudian terjadi ledakan di daerah pita suara, yang menghasilkan suara. Suara ini disebut cegukan. Dalam keadaan seperti itu, orang akan cegukan. Cegukan bisa dipicu oleh peningkatan asam lambung. Pada orang yang menderita maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease), peningkatan asam lambung sangat mungkin terjadi dan bisa menjadi umum. Peningkatan asam lambung ini dapat memicu kontraksi diafragma, yang pada gilirannya menyebabkan cegukan. 

Cegukan (singultus) disebabkan oleh kontraksi diafragma yang kemudian berhenti terjadi, memotong aliran udara dan mengeluarkan “hiks” saat udara mengalir ke arahnya. Cegukan dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis atau tidak sama sekali. Mekanisme neurologis yang tepat dari cegukan tidak diketahui. Mekanismenya biasanya melibatkan kontraksi salah satu sisi diafragma. Mereka dapat terjadi ketika stimulus (misalnya, makanan, gas, gas setelah makan, atau kejutan tiba-tiba) mengaktifkan saraf yang terhubung ke diafragma. Cegukan dapat berhubungan dengan infeksi atau saraf di diafragma atau tenggorokan.

 

Penyebab cegukan

Penyebab cegukan bermacam-macam, dan pada umumnya 80% cegukan disebabkan oleh gangguan saluran cerna. Dalam kondisi normal, cegukan bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti saat kita makan berlebihan, makan terburu-buru, mengonsumsi minuman ringan, mengonsumsi alkohol, merokok, mengalami perubahan suhu tubuh yang drastis, atau mengalami keadaan emosi yang sensasional. Cegukan dapat terjadi karena tukak lambung atau gangguan sistem pencernaan lainnya. Namun, ternyata penyebabnya bisa juga terletak pada susunan saraf pusat atau bahkan pada saluran organ telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Penyumbat telinga terkadang dapat menyebabkan cegukan. Kondisi seperti penyakit pernapasan, gangguan pernapasan juga bisa menyebabkan cegukan. Biasanya cegukan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 48 jam hingga 2 jam.

1. G1-Cegukan Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Sumber: healthjade.net

Jenis cegukan

Cegukan sementara

Distensi atau peregangan perut adalah pemicu paling umum dari cegukan sementara. Makan besar, minuman berkarbonasi, perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba, dan konsumsi alkohol yang signifikan dapat menyebabkan perut kembung. Seseorang juga dapat mengalami cegukan sementara karena mereka menelan udara, yang mungkin terjadi saat mengunyah permen karet atau berbicara sambil makan. Dalam beberapa kasus, merokok dan faktor emosional yang intens, seperti kegembiraan atau stres, telah dikaitkan dengan timbulnya cegukan secara tiba-tiba.

Cegukan terus-menerus

Seseorang mungkin mengalami cegukan terus-menerus setelah menjalani anestesi umum selama prosedur pembedahan. Pemberian anestesi biasanya mengharuskan individu untuk memperpanjang leher mereka, yang dapat meregangkan saraf frenikus dan memicu cegukan. Demikian pula, intubasi, atau penyisipan tabung ke saluran napas individu untuk membantu pernapasan selama anestesi, dapat menyebabkan iritasi tambahan yang dapat merangsang cegukan.

Cegukan kronis

Cegukan kronis, yang berlangsung lebih dari 1 bulan, dapat disebabkan oleh berbagai penyebab yang lebih persisten. Kondisi yang menyebabkan kerusakan atau iritasi pada saraf frenikus dan vagus sering dikaitkan dengan cegukan. Kondisi ini termasuk perikarditis, atau radang selaput jantung (yaitu, perikardium); laringitis, atau radang laring di tenggorokan; radang lambung dari bakteri, seperti Helicobacter pylori; penyakit refluks gastroesofageal (GERD), yang ditandai dengan refluks asam; dan lesi yang menempati ruang, seperti tumor kista leher, kanker esofagus, dan pembesaran kelenjar getah bening toraks.

 

Cara Mengatasi

Para ahli mempelajari selama 100 tahun yang lalu bahwa menghilangkan cegukan dapat dengan cara yang sederhana, misalnya dengan mengejutkan bayi sehingga cegukan pada bayi hilang. Kemudian cara lain bisa dengan menahan nafas, menarik nafas dalam-dalam selama mungkin, ada cara lain juga, misalnya dengan memberi minum, dengan syarat sambil minum anda menahan nafas sampai habis tanpa bernafas. Orang tua juga biasa mengatasi cegukan dengan menaruh pisau ke dalam gelas dengan minuman, lalu anak minum pada gelas tersebut. Cara ini bertujuan agar kita fokus pada objek pisau sehingga kita bisa fokus meminum air tanpa bernafas. Cara ini umumnya dimaksudkan untuk meningkatkan CO2 di paru-paru kita sehingga terjadi reaksi sebaliknya terhadap cegukan.

Lalu Kapan harus menghubungi dokter untuk cegukan?

Jika cegukan   telah berlangsung lebih dari 48 jam tanpa henti, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter. Ini bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Namun, harus ingat bahwa sebagian besar kasus cegukan berkepanjangan tidak menghasilkan diagnosis khusus.

 

Tulisan ini merangkum dari buku dan sumber terpercaya lainnya

Baca artikel menarik yang membahas materi kesehatan lainnya

ARTIKEL TERBARU

SEMUA KATEGORI