Pembelajaran Abad 21

Pada abad 21 ini, kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan penggunaannya sudah merambah luas di masyarakat kita dalam berbagai aspek kehidupan. Baik aspek hukum, sosial, ekonomi maupun aspek pendidikan.
Penggunaan teknologi informasi seperti komputer, handphone, bahkan teknologi internet sudah bukan lagi merupakan sesuatu yang asing, karena hampir sebagian besar orang sudah pernah mengaplikasikan dan memanfaatkan perkembangan teknologi ini, bahkan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi memasukkan kurikulum TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah.
Sebuah revolusi global sedang terjadi dalam bidang pendidikan, turut mendorong perubahan besar dalam sistem pendidikan yang ada maupun kurikulum yang dihasilkan. Hal ini didorong pula oleh perubahan realitas era globalisasi dan informasi yang semakin terbuka dan bebas, kemitraan global yang baru dan kesadaran tentang perlunya pemerataan kesempatan pendidikan.
Selain itu pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, sekolah, arena bermain anak bahkan pemerintah di seluruh dunia telah menganjurkan meningkatkan pembelajaran siswa dengan menggunakan alat digital, yaitu e-learning (Tsai, M.-J. 2009). Keuntungan terbesar dari e-learning adalah bahwa hal itu memberi kesempatan belajar kepada siswa secara aktif. Siswa diyakini mampu untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas pembelajaran mereka sendiri dalam e-learning dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Siswa dituntut untuk mampu menghadapi pergeseran cara belajar dari lingkungan belajar tradisional ke online, mereka ditantang untuk belajar secara aktif dengan metode interaksi. Dan hasilnya jika siswa mampu mengadopsi model pembelajaran e-learning secara efektif, maka hal ini akan sangat dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mereka.